Sepatu yang dipakai seharian mudah menyimpan keringat, debu, dan kelembapan. Jika dibiarkan, insole menjadi basah, bakteri berkembang, lalu bau muncul meski bagian luar sepatu tampak bersih.
Cara Merawat Sepatu agar Tidak Cepat Rusak dan Berbau bergantung pada bahan dan kebiasaan setelah memakainya. Kanvas, kulit, suede, mesh, serta bahan rajut memerlukan perlakuan berbeda agar bentuk, warna, dan lemnya tidak cepat rusak.
Mulailah dari langkah kecil setelah pulang: bersihkan noda, angin-anginkan sepatu, dan jangan buru-buru menyimpannya.
Cara Merawat Sepatu agar Tidak Cepat Rusak dan Berbau
Kebiasaan harian lebih menentukan umur sepatu daripada pembersihan besar sebulan sekali. Debu yang mengendap dapat masuk ke serat bahan, sedangkan keringat yang terperangkap di dalam sepatu memicu bau dan jamur.
Segera bersihkan cipratan lumpur atau noda baru dengan kain lembap. Sebelum mencuci, lepas tali dan insole agar setiap bagian bisa dibersihkan serta dikeringkan dengan baik.
Di iklim Indonesia yang panas dan lembap, sebaiknya jangan memakai pasangan yang sama dua hari berturut-turut. Beri waktu sekitar 24 jam agar bagian dalam benar-benar kering.
Kenali Bahan Sepatu Sebelum Memilih Cara Membersihkannya
Kanvas dan mesh cukup tahan terhadap pembersihan ringan dengan sabun lembut. Namun, serat mesh dan knit mudah tertarik bila digosok terlalu kuat. Sementara itu, kulit memerlukan pembersih khusus dan pelembap agar tidak kaku.
Suede lebih sensitif terhadap air. Bahan berbulu halus ini perlu disikat saat kering dengan alat khusus. Periksa label perawatan dari produsen terlebih dahulu, lalu uji produk pembersih pada area kecil yang tersembunyi.
Siapkan Alat yang Aman dan Gunakan secara Lembut
Perlengkapan sederhana sudah cukup untuk perawatan rutin. Siapkan sikat berbulu lembut, kain microfiber, air bersih, sabun ringan, sikat suede, shoe tree, kertas tanpa tinta, dan silica gel.
Hindari sikat kasar, deterjen kuat, serta pemutih untuk semua jenis bahan. Pemutih hanya layak dipertimbangkan untuk kanvas putih bila petunjuk produsennya memang mengizinkan. Bahkan pada kanvas, pembersihan ringan dengan tangan biasanya lebih terkontrol.
Bersihkan Sepatu Berdasarkan Bahannya agar Bentuk dan Warnanya Tetap Terjaga

Awali dengan menepuk sol dan menyikat debu kering. Langkah ini mencegah kotoran berubah menjadi lumpur saat terkena air. Setelah itu, lepas tali serta insole, lalu fokus pada area yang benar-benar kotor.
Jangan merendam sepatu hanya untuk menghilangkan satu noda kecil. Pembersihan setempat membuat bahan dan lem sepatu tidak terlalu lama terkena kelembapan.
Kanvas dan Mesh Cukup Dibersihkan dengan Sabun Ringan
Untuk sepatu kanvas, campurkan sedikit sabun ringan dengan air. Celupkan sikat lembut secukupnya, lalu gosok bagian bernoda dengan gerakan pendek. Lap busa dengan kain lembap hingga tidak ada sisa sabun.
Tali sepatu sebaiknya dicuci terpisah. Insole juga perlu dilepas, dilap dengan kain lembap, lalu dikeringkan sendiri. Banyak sepatu kanvas dapat dicuci dengan air dingin dan siklus lembut dalam kantong laundry, tetapi cek label perawatan lebih dulu.
Mesh dan knit membutuhkan tekanan yang lebih ringan. Gunakan lebih banyak busa daripada air, kemudian sapukan sikat dengan lembut agar serat tidak berbulu atau tersangkut.
Kulit Membutuhkan Pembersihan Ringan dan Pelembap Khusus
Lap debu pada sepatu kulit memakai kain microfiber yang kering. Setelah itu, gunakan sedikit leather cleaner atau sabun lembut pada kain yang hampir tidak basah. Usap perlahan, lalu biarkan sepatu mengering di ruang teduh.
Saat kulit sudah kering, oleskan conditioner kulit secukupnya. Produk ini membantu permukaan tetap lentur sehingga risiko retak berkurang. Jangan memakai terlalu banyak karena kulit dapat terasa lengket dan menyerap debu.
Noda garam kadang muncul sebagai bercak putih setelah sepatu terkena air hujan atau keringat. Coba tepuk area tersebut dengan campuran air dan cuka putih dalam jumlah sangat sedikit. Uji dahulu pada bagian tersembunyi, lalu gunakan conditioner setelah kulit kering.
Suede Harus Dijaga Tetap Kering saat Dibersihkan
Suede tidak cocok diperlakukan seperti kanvas. Bersihkan permukaannya saat benar-benar kering menggunakan suede brush atau suede eraser. Sikat searah agar tekstur bulunya tetap rapi.
Untuk noda yang sulit hilang, pakai pembersih khusus suede. Anda juga bisa menepuk noda dengan kain yang sangat sedikit dibasahi, lalu membiarkannya kering alami. Jangan menggosok keras dan jangan pernah merendam suede.
Setelah kering, sikat kembali permukaannya. Cara ini membantu mengembalikan tekstur suede yang mungkin menjadi rata setelah terkena lembap.
Keringkan dan Hilangkan Bau Tanpa Merusak Sepatu
Pengeringan yang salah dapat membuat sepatu menyusut, berubah bentuk, atau membuat lem cepat lepas. Panas tinggi juga berisiko membuat kulit mengeras dan warna suede memudar.
Panduan Nike menyarankan agar sepatu lembap tidak ditinggalkan dalam tas olahraga, mobil, kotak plastik, atau lemari tertutup. Udara yang bergerak jauh lebih berguna daripada pewangi yang hanya menutupi bau.
Gunakan Pengeringan Alami, Bukan Panas Langsung
Letakkan sepatu di ruang teduh dengan sirkulasi udara baik. Jauhkan dari sinar matahari langsung, hair dryer, mesin pengering, radiator, kompor, dan sumber panas lain.
Lepas tali serta insole supaya udara mencapai bagian dalam. Isi rongga sepatu dengan kertas bersih tanpa tinta atau gunakan shoe tree untuk menjaga bentuknya. Ganti kertas saat sudah lembap agar prosesnya tidak terhambat.
Sepatu yang habis dicuci biasanya membutuhkan sekitar 24 sampai 48 jam untuk kering total. Waktunya bergantung pada ketebalan bahan dan kelembapan udara. Jangan memasukkannya ke tas atau lemari sebelum bagian dalamnya kering.
Atasi Bau dari Sumbernya, Bukan Hanya Sengan Pewangi
Bau sepatu tumbuh saat keringat dan kelembapan menetap di insole. Karena itu, angin-anginkan sepatu dan insole setiap selesai dipakai. Rotasi minimal dua pasang sepatu memberi waktu istirahat yang cukup untuk masing-masing pasangan.
Baking soda dapat membantu menyerap bau. Arm & Hammer menyarankan sekitar satu sampai dua sendok makan per sepatu, lalu diamkan semalaman. Keluarkan bubuknya dan bersihkan sisa yang menempel sebelum sepatu dipakai lagi.
Deodorizer bekerja lebih baik pada sepatu yang sudah kering. Menyemprot pewangi ke dalam sepatu basah hanya mencampurkan aroma dengan sumber baunya.
Jika bau terus bertahan, gunakan deodorizer khusus sepatu atau insole berbahan activated charcoal. Jaga kaki tetap bersih, kering, dan ganti kaus kaki setiap hari. Bau yang sangat kuat disertai gatal atau iritasi perlu diperiksa tenaga medis.
Rawat Insole dan Tali agar Bagian Dalam Tetap Bersih

Insole sering menjadi bagian paling lembap, tetapi paling jarang dibersihkan. Padahal, bagian inilah yang langsung menyerap keringat telapak kaki. Lepaskan insole setelah pemakaian panjang, lalu angin-anginkan di tempat teduh.
Bersihkan Insole Tanpa Membuatnya Berubah Bentuk
Lap permukaan insole dengan kain lembap dan sedikit sabun ringan. Hindari merendamnya, terutama jika insole berbahan busa atau memiliki lapisan perekat. Setelah dilap, tekan perlahan dengan handuk kering dan biarkan mengering alami.
Bila insole sudah tipis, melengkung, atau tetap berbau setelah dibersihkan, pertimbangkan menggantinya. Insole baru sering lebih efektif daripada terus menambah pengharum pada insole lama yang sudah menyimpan kelembapan.
Cuci Tali Secara Terpisah
Tali dapat direndam sebentar dalam air sabun ringan, lalu dikucek perlahan dengan tangan. Bilas sampai bersih dan jemur di tempat teduh. Cara ini membuat sepatu tampak lebih rapi tanpa perlu mencuci seluruh bagian atasnya.
Saat memasang kembali tali, lakukan setelah sepatu benar-benar kering. Tali yang dipasang pada lubang sepatu lembap dapat memperlambat pengeringan di area lidah sepatu.
Simpan Sepatu di Tempat Kering dengan Sirkulasi Udara
Sepatu yang bersih tetap dapat berjamur bila disimpan dalam keadaan lembap. Pilih tempat sejuk, kering, tidak terkena matahari langsung, serta memiliki aliran udara cukup. Rak terbuka atau kotak dengan ventilasi lebih baik daripada plastik kedap udara.
Gunakan Penyangga dan Penyerap Kelembapan Secukupnya
Shoe tree membantu menjaga bentuk sepatu kulit, terutama pada bagian ujung dan punggung sepatu. Untuk kanvas atau sneaker, kertas bersih tanpa tinta juga cukup efektif menjaga bentuk saat disimpan.
Tambahkan silica gel ke dalam kotak atau rak tertutup untuk membantu mengurangi kelembapan. Namun, silica gel tidak dapat mengeringkan sepatu yang masih basah. Sepatu harus sudah kering sebelum disimpan.
Periksa koleksi sepatu secara berkala. Jamur kecil, retak pada kulit, atau lem yang mulai terbuka lebih mudah ditangani sebelum kerusakannya meluas.
Pilih Wadah yang Sesuai dengan Bahan
Kulit dan suede lebih cocok disimpan dalam tas kain yang bisa bernapas atau kotak berventilasi. Plastik tertutup dapat menahan uap air dan membuat permukaannya mudah berjamur.
Untuk sneaker koleksi, simpan di rak yang terlindung dari debu dan panas. Hindari menumpuk kotak terlalu tinggi bila sepatu jarang dipakai, karena Anda perlu tetap memeriksa kondisinya secara berkala.
Hindari Kesalahan yang Membuat Sepatu Cepat Rusak
Banyak kerusakan berasal dari kebiasaan singkat yang terlihat sepele. Hindari beberapa tindakan berikut agar bahan, warna, dan struktur sepatu bertahan lebih lama.
- Mencuci semua sepatu dengan mesin dapat merusak lem, bentuk, dan bahan sensitif. Mesin hanya cocok untuk model tertentu yang diizinkan produsennya.
- Merendam kulit atau suede membuat bahan mudah kaku, bernoda, dan kehilangan teksturnya.
- Menggosok mesh terlalu keras dapat menarik serat halus hingga tampak berbulu atau robek.
- Menjemur di bawah matahari terik berisiko memudarkan warna, mengerasnya kulit, serta melemahkan lem.
- Deterjen kuat dan pemutih dapat membuat kanvas menguning atau meninggalkan bercak pada bahan lain.
- Menyimpan sepatu basah dalam plastik membuat kelembapan terkunci dan mempercepat munculnya bau serta jamur.
- Memasukkan sepatu langsung ke lemari setelah digunakan membuat keringat tidak sempat menguap.
Panduan produsen tetap menjadi rujukan utama. Sepatu Nike, Clarks, Vans, atau merek lain dapat memakai material dan konstruksi yang berbeda, bahkan pada model yang terlihat serupa.
