Anak kos yang kuliah umumnya mendapatkan uang bulanan untuk hidup mereka di perantauan. Agar uang saku tersebut dapat dialokasikan dengan baik dan memenuhi kebutuhan selama sebulan, maka sangat perlu dilakukan pengelolaan keuangan.
Bagaimana cara mengatur keuangan anak kos agar kesejahteraan ekonominya tetap baik dan terjaga? Berikut tipsnya.
Mengelola Keuangan Anak Kos Demi Kesejahteraan Ekonomi

Pengelolaan keuangan harus realistis, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan Anda. Untuk menerapkannya Anda perlu melakukan beberapa hal berikut:
1. Membuat Perencanaan Anggaran
Anda dapat melakukan perencanaan anggaran untuk tiap periode. Misalnya harian, mingguan, hingga bulanan.
Anda perlu mencatat pemasukan bulanan dari orang tua terlebih dahulu. Tidak hanya orang tua, jika Anda sudah memiliki penghasilan dari freelance atau beasiswa Anda juga dapat memasukkannya.
Kemudian Anda membuat daftar keperluan mulai dari makan, kuota atau pulsa, transportasi, hiburan, jajan, hingga tabungan.
Anda bisa memanfaatkan berbagai aplikasi untuk mengatur keuangan Anda. Dengan mengatur anggaran kesejahteraan ekonomi Anda selama di perantauan akan menjadi lebih baik.
2. Merencanakan Skala Prioritas
Anggaran untuk kebutuhan akan menjadi lebih efisien jika Anda juga menerapkan skala prioritas, Ini karena Anda mempunyai kebutuhan yang mungkin berbeda-beda setiap bulannya.
Jadi Anda perlu membuat daftar pengeluaran dari yang paling urgent hingga yang paling tidak urgent. Misalnya, Anda harus membeli buku keperluan mata kuliah untuk bulan ini, maka letakkan pembelian buku tersebut pada urutan paling pertama pengeluaran.
Agar keuangan Anda tetap terjaga, maka Anda mungkin perlu merelakan kebutuhan seperti hiburan.
3. Memasak Makanan Sendiri
Memenuhi kebutuhan makan dengan memasak dapat menjadi pilihan Anda untuk menjaga kesejahteraan ekonomi selama merantau. Anda dapat melakukan meal prep agar pengeluaran belanja juga terkontrol.
Dengan memasak makanan sendiri, Anda tidak hanya mendapatkan harga makanan yang lebih murah, tetapi juga lebih sehat.
Anda bisa mencari rekomendasi berbagai resep simple yang kini sudah tersedia di berbagai media sosial. Anda tinggal mempraktekkannya di kos-kosan.
Jika perlu Anda juga dapat membawa bekal sendiri dari kosan untuk dibawa ke kampus. Dengan demikian Anda lebih hemat dan tidak perlu membeli makanan di kantin,
4. Menyisihkan Uang untuk Tabungan
Jika ingin menabung, jangan menunggu sisa uang bulanan. Anda harus menyisihkan uang tabungan di awal ketika Anda menerima uang bulanan.
Anda dapat menyisihkan sekitar 20% dari pemasukan. Jika perlu gunakan rekening khusus menabung agar tidak tercampur dengan uang sehari-hari.
5. Menghindari Konsumsi Kopi Tiap Hari
Anda tetap boleh membeli kopi, tetapi lebih baik tidak melakukannya setiap hari. Agar lebih hemat, Anda dapat membuat kopi sendiri di kos-kosan. Hal ini karena harga kopi sudah tembus hingga Rp20.000.
Jika Anda membelinya setiap hari, maka dalam sebulan Anda telah mengeluarkan uang sebanyak Rp600.000. Maka dari itu sebisa mungkin hindari membeli kopi setiap hari.
6. Menggunakan Berbagai Promo Belanja
Jika Anda memang perlu memesan makanan, Anda dapat memanfaatkan berbagai promo yang ditawarkan. Promo tersebut bisa diskon maupun cashback yang umumnya diberikan oleh aplikasi pemesan makanan.
Adanya promo ini bukan berarti membuat Anda tergoda membeli banyak hal. Tetap kontrol dan pastikan Anda membeli produk yang sesuai dengan kebutuhan.
7. Memenuhi Kebutuhan Air dengan Galon
Tips menjaga kesejahteraan ekonomi selanjutnya adalah memenuhi kebutuhan air dengan galon daripada air kemasan botol.
Alasannya karena penggunaan galon lebih ekonomis dengan isinya yang banyak yakni sekitar 19 liter. Air galon ini tidak hanya untuk minum, tetapi juga untuk memasak dan bekal minum ke kampus.
Kesejahteraan ekonomi anak kos tetap bisa terjaga dan terpenuhi dengan baik ketika Anda menerapkan beberapa tips di atas. Mengatur keuangan juga akan membantu Anda untuk lebih menghargai uang.
